IBC Bahas Perspektif Syariah terhadap Crypto Bersama Praktisi Internasional

—

by

in

Perkembangan cryptocurrency yang semakin pesat memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya mengenai bagaimana aset digital dipandang dari perspektif Syariah.

Menjawab kebutuhan tersebut, Indonesia Blockchain Center (IBC) menghadirkan diskusi internasional bertajuk “Halal & Haramnya Crypto Secara Syariah” melalui program Ruang Bisnis TV9 Nusantara yang ditayangkan pada Rabu, 7 Agustus 2024 pukul 20.00 WIB.

Diskusi ini menghadirkan praktisi internasional yang memiliki pengalaman dalam pengembangan ekosistem blockchain dan digital assets.

Salah satu narasumber adalah Khalifa Abdulaziz Aljaziri Alshehhi, Co-Founder Dubai Blockchain Center, Uni Emirat Arab. Kehadirannya membawa perspektif dari Dubai dan kawasan Timur Tengah yang terus mengembangkan ekosistem blockchain, digital assets, dan inovasi teknologi keuangan.

Narasumber lainnya adalah Philip Tam dari Hong Kong, yang memberikan perspektif dari sisi industri dan perkembangan digital assets di pasar internasional.

Pembahasan mengenai crypto dari perspektif Syariah tidak hanya berkaitan dengan pergerakan harga suatu aset. Ada berbagai aspek yang perlu diperhatikan, seperti akad dan struktur transaksi, manfaat atau underlying aset, transparansi, tingkat spekulasi, gharar, maysir, serta bagaimana aset digital tersebut digunakan dalam ekosistemnya.

Melalui diskusi ini, masyarakat diajak untuk melihat blockchain dan cryptocurrency secara lebih luas dan kritis. Teknologi blockchain memiliki berbagai potensi pemanfaatan di luar perdagangan crypto, termasuk untuk pencatatan data, verifikasi dokumen, digital identity, tokenisasi aset, serta berbagai bentuk inovasi ekonomi digital.

Bagi Indonesia Blockchain Center, edukasi menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan industri blockchain di Indonesia. Masyarakat perlu memiliki pemahaman yang seimbang mengenai perkembangan teknologi, potensi ekonomi, risiko, regulasi, serta prinsip-prinsip Syariah yang menjadi pertimbangan dalam penerapannya.

Kehadiran praktisi internasional dalam diskusi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun jembatan pengetahuan antara ekosistem blockchain Indonesia dengan perkembangan blockchain di Dubai, Hong Kong, dan jaringan internasional.

IBC percaya bahwa adopsi teknologi perlu dimulai dengan edukasi. Semakin berkembang sebuah teknologi, semakin penting pula masyarakat memahami bukan hanya peluang yang ditawarkan, tetapi juga cara menggunakannya secara bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai serta prinsip yang diyakini.

Blockchain bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *