Dua Tahun Lalu di Tebuireng: Langkah Awal IBC Membawa Blockchain ke Pesantren

—

by

in

Tebuireng, Jombang – 2024

Dua tahun lalu, perjalanan Indonesia Blockchain Center (IBC) dalam membangun ekosistem edukasi blockchain di Indonesia membawa tim dan para founder IBC berkunjung ke Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Kunjungan tersebut menjadi salah satu momentum awal bagi IBC untuk memperkenalkan teknologi blockchain tidak hanya kepada kalangan teknologi dan bisnis, tetapi juga kepada lingkungan pendidikan, pesantren, dan masyarakat.

Silaturahmi dan Diskusi bersama Gus Kikin

Dalam kesempatan tersebut, tim IBC bersama para founder bersilaturahmi dan berdiskusi dengan KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua PWNU Jawa Timur. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, membahas perkembangan teknologi blockchain, cara kerjanya, serta berbagai potensi pemanfaatannya bagi masyarakat Indonesia.

Blockchain Bukan Sekadar Bitcoin

IBC menyampaikan bahwa blockchain tidak semata-mata berbicara mengenai Bitcoin atau cryptocurrency. Blockchain merupakan teknologi pencatatan digital yang dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan, antara lain:

  • Verifikasi data dan dokumen
  • Sertifikasi digital
  • Transparansi transaksi
  • Digital identity
  • Smart contract
  • Tokenisasi aset nyata atau Real World Assets (RWA)

Diskusi ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi dapat berjalan berdampingan dengan dunia pendidikan dan nilai-nilai yang hidup di masyarakat.

Mengapa Pesantren Penting bagi Transformasi Digital

Bagi IBC, transformasi digital tidak boleh hanya dipahami oleh mereka yang berada di pusat industri teknologi. Pengetahuan mengenai teknologi baru juga perlu diperkenalkan kepada pesantren, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, pelaku UMKM, serta masyarakat luas.

Indonesia memiliki jaringan pendidikan Islam dan pesantren yang sangat besar. Karena itu, dialog antara praktisi teknologi dengan para tokoh dan lembaga pendidikan menjadi salah satu jalan untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi dapat dipahami secara benar sebelum diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Pertemuan di Tebuireng ini membawa sebuah pesan sederhana:

Blockchain harus dimulai dari edukasi.

Dua Tahun Kemudian

Teknologi akan terus berkembang. Blockchain, Artificial Intelligence, digital assets, dan berbagai inovasi baru akan menjadi bagian dari transformasi ekonomi dan kehidupan masyarakat di masa mendatang. Namun, teknologi tersebut baru akan memberikan manfaat nyata apabila masyarakat memiliki pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan untuk menggunakannya secara bertanggung jawab.

Kini, dua tahun setelah kunjungan tersebut, semangat IBC tetap sama: membangun literasi, menghubungkan dunia pendidikan dengan perkembangan teknologi global, dan memperluas akses edukasi blockchain kepada semakin banyak lapisan masyarakat Indonesia.

Perjalanan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil, dan silaturahmi IBC dengan Gus Kikin di Tebuireng menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. 🇮🇩


Indonesia Blockchain Center (IBC)
Building Knowledge. Connecting Ecosystems. Creating the Future.